Jumat, 23 Desember 2016

Dharma oleh Bhikkhu Pannyavaro Mahathera

"Kalau Anda senang suara lembut,
Anda mendengar suara keras,
Anda menjadi tidak senang...
"Tidak sopan itu...
disturbing...
mengganggu..."
timbul kebencian,
timbul penolakan...
karena Anda senang suara lembut.

Nanti kalau Anda bermeditasi, ada suara yang keras-keras...
Anda marah...
"Tidak tahu ini lagi meditasi... suaranya kayak betet..."
Jadi waktu Anda bermeditasi, kebencian yang muncul.
"Kan sudah diberi tulisan 'Harap tenang, ada meditasi'...
Orang ini tidak bisa membaca...
tidak punya aturan..."
Timbul kebencian dalam pikiran.

Karena itu beliau mengatakan, jangan menilai...
Suara ya suara...
Omongan ya suara...
Keras atau lembut ya suara...

Kalau Anda tidak biasa menilai...
Anda tidak terpancing oleh kemarahan, kebencian, kelekatan, kesukaan...

Batuk ya batuk...
Kalau mendengar saya batuk, jangan kasih nilaibapa-apa...
"Batuk Pannyavaro.. mengganggu... bicara bagus-bagus, serius-serius, pakai batuk-batuk..."
tidak senang...
Kalau Anda menilai, timbul kemarahan, kebencian, penolakan...
Anda tidak tenang, Anda tidak bahagia.

Batuk ya suara...
Suara keras ya suara...
Suara lembut ya suara...
Biasa saja...
Itu right view...

Karena penilaian itu berdasarkan suka tidak-suka...
kebiasaan yang Anda punyai...
dan itu sumber penderitaan.

Jadi kalau Anda duduk bermeditasi, Anda tidak usah mengharapkan: "Sedang meditasi... Papa Mama sedang bermeditasi... Anak-anak harus tahu... harus tenang... tidak boleh teriak-teriak... jalan harus pelan-pelan... menelan air harus tidak berbunyi..." karena kalau itu semua muncul... Anda marah...
karena Anda ingin tenang, ingin tenteram.

Apakah Anda bermeditasi ingin cari tenang atau tenteram?
Kalau Anda bermeditasi ingin cari tenang tenteram hening tenang tenteram hening... itu keinginan juga..
Kalau nanti Anda terganggu, Anda marah...

Ada anak menangis...
ada benda jatuh... "krompyang"...
"O ya, suara..."
jangan diberi nilai...
jangan diberi label...
supaya tidak memancing keserakahan
atau kebencian...
dan Anda akan terbebas.

Kamis, 22 Desember 2016

Kisah inspiratif (4)

*_"MEMAAFKAN !!!"_*

*Cerita ini berawal ketika kami sekeluarga berlibur di luar negeri. Kami dilayani oleh seorang anak gadis ketika kami makan di sebuah restoran yang cukup ternama di negara itu.*

*Ketika ikan yang kami pesan disajikan, piring yang dipegang pelayanan malah miring dan menumpahkan saus ikannya ke atas tas kulit saya.*

*Saya marah! Tapi, sebelum saya meluapkan emosi saya, putriku langsung berdiri dan menghampiri pelayan itu. Dengan senyuman dari wajahnya dia menepuk pundaknya dan berkata, "Tidak apa-apa kok..."*

*Pelayan itu ketakutan dan merasa bersalah berkata, "Maaf, saya akan ambilkan lap..."*

*Putriku menjawabnya, "Sudah tidak apa, nanti akan saya bersihkan ketika saya pulang. Kamu kembali bekerja saja, beneran tidak apa-apa kok..."*

*Anak perempuanku berkata dengan sangat lembut, seperti dia yang melakukan kesalahan. Saya menatap tajam anak saya dan rasanya emosi saya sudah pada puncaknya.*

*Malam harinya ketika kami kembali ke hotel, kami ibu dan anak berbaring di atas ranjang melepas rasa lelah.*

*Di waktu yang seharusnya menjadi waktu istirahat, putriku malah mengungkit masalah di restoran tadi. Dia bercerita bagaimana pengalaman dia di London 3 tahun lalu.*

*3 tahun lalu demi mengajarinya untuk hidup mandiri, saya dan suami saya tidak mengizinkan dia pulang untuk liburan musim panas, malahan kami berharap dia bisa pergi berlibur di sana atau cari kerja di sana.*

*Putriku yang manja dan tidak biasa melakukan pekerjaan rumah ini, malah memilih menjadi seorang pelayan di sebuah restoran di Inggris.*

*Namun hari pertama mulai bekerja saja dia sudah membuat kesalahan fatal... , Dia ditugaskan untuk pergi ke dapur membersihkan gelas – gelas anggur yang tipis.*

*Kita semua tahu, kalau gelas tipis dan bening ini jika dibersihkan dengan tenaga yang kuat akan mudah pecah.*

*Putriku pun akhirnya membersihkan semua gelas yang kelihatannya tidak akan habis dibersihkan.*

*Tapi siapa sangka, ketika dia memutarkan badannya, dia tidak sengaja mendorong setumpukan gelas tersebut dan dalam sekejap gelas-gelas itu pun berubah menjadi sekumpulan keping-keping kaca.*

*"Ma, waktu itu, rasanya aku tuh seperti langsung masuk neraka tahu gak?"* *Suara putriku bergetar ketika menceritakannya kembali pengalamannya.*

*Tapi, apa reaksi dari bosnya? Bosnya menghentikan semua pekerjaannya dan menghampiri dia, memeluk dia sambil berkata, "Oh sayang, kamu tidak apa – apa kan?"*

*"Kemudian, dia berbalik dan menyuruh rekan kerja yang lain, "Tolong bersihkan keping – keeping gelas ini ya!"*

*Dia sama sekali tidak mengeluarkan kata-kata yang membuat aku tertuduh," kata putriku sambil mengingat masa lalunya.*

*"Sudah jatuh tertimpa tangga" menjadi pribahasa yang cocok untuk putriku. Dia melakukan satu kesalahan fatal lagi yaitu tidak sengaja menumpahkan anggur ke atas gaun tamu yang datang !*

*Dalam hatinya dia berkata, "matilah aku! Pasti bos akan pecat aku!" Tapi siapa sangka, tamu itu menghiburnya !*

*Dia berkata, "Tidak apa-apa... Alkohol gampang kok dibersihkan."*
*Dia pun berdiri, menepuk pundak putriku dan pergi ke kamar mandi membersihkan gaunnya.*

*Suara putriku terdengar penuh dengan rasa bersyukur dan berkata, "Ma, kalau orang lain saja bisa memaafkan putrimu yang manja ini, masa mama tidak bisa memaafkan orang lain? Anggap saja mama memaafkan putri sendiri."*

*Sahabatku, Memaafkan orang lain menandakan kita bisa memaafkan diri kita sendiri.*

*_Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata SEMOGA SEMUA HIDUP BAHAGIA DAN DAMAI !!!_*
Svaha Svaha Svaha

Minggu, 18 Desember 2016

Kisah inspiratif (3)

Lebah Penyelamat
   Di zaman Tiongkok Kuno, hiduplah seorang petani yang baik hati, namanya Ah Fu. Ia sangat baik dan dikagumi banyak orang.
   Suatu saat, Ah Fu pergi ke kota, dia melihat seorang wanita peramal dikerumuni orang banyak. Ia pun ingin diramal. Setelah melihat wajah Ah Fu dengan teliti, sang peramal berkata,"Badanmu sangat hangat. Sepertinya kamu hanya dapat hidup sampai esok hari saja."
Sejak mendengar ramalan ini, suasana hati Ah Fu menjadi galau. Ia pun menangis...marah, ia tidak merasa pernah berbuat jahat terhadap sesama. Namun, dia lebih waspada dengan kejadian disekitarnya.
   Mata Ah Fu terkaca-kaca saat menatap sebatang obor yang dipegang oleh serang anak dan dikelilingi kawan-kawannya itu. Ah Fu tertarik terhadap kerumunan anak itu," Anak, untuk apa obor yang kamu pegang itu," tanyanya, lembut.
"Ada sarang lebah di depan sana," jawab salah satu anak itu.
   "Jangan kamu bakar sarang lebah itu. Lebah juga mempunyai hak hidup, seperti aku dan kalian," nasehatnya. Kemudian, Ah Fu membujuk anak-anak itu dengan memberinya 5 koin uang. Anak-anak itupun setuju dan senang.
Kemudian ia pulang dan berbaring. Saat itu, ia kembali teringat ramalan tentang dirinya lagi...Ia pun ingin menghabiskan sisa hidupnya untuk bersenang-senang." Betapa enaknya, jika aku mandi dengan air hangat," katanya, dalam hati.
Ia segera menyalakan kompor untuk memanaskan air untuk mandi. Namun, saat ia membawa air panas itu ke kamar mandi, seolah-olah ada kekuatan dari luar dirinya yang menyebabkan air panas dalam ember itu terjatuh di lantai dengan posisi terbalik.
   Begitu mendengar suara benda jatuh, sang isteri segera lari dengan membawa lampu, ternyata ada seekor ular berbisa yang sdh mati dibawah ember. Dan, disekitar tempat itu sudah dikerumuni serombongan lebah...
   Ah Fu hampir digigit ular yang berbisa. Ia berpikir sejenak dan mengerti bahwa lebahlah yang menyelamatkan dia tadi. Lebah yang telah dia beri kesempatan hidup ketika anak-anak akan membakarnya.
   Hari berganti hari, minggu terlewati dan berganti tahun, Ah Fu yang baik hati hidup sampai ia diberi kesempatan melihat cucunya dan hidup bahagia.
Khabar baiknya adalah: Selain sesama, kita hidup dengan segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Alam dan makhluk sekitar kita menjadibagian dari hidup kita...Jangan memandang remeh segala sesuatu disekitar hidup kita, karena hidup kita juga diwarnai olehnya.

Kisah inspiratif (2)

KISAH  I N S P I R A S I H I D U P

Seorang Boss pemilik
Bank yang kaya raya,
suatu kali diajak oleh
temannya ke Panti Asuhan.

Namun setelah acara
selesai,hati sang Bankir bergumam :
"Kamu bohong,katanya
kalau aku main kesini,
hati pasti bahagia...!!!"

Dengan langkah lesu,
Iapun kembali kemobilnya,
tetapi tiba² ada seorang
anak perempuan kecil menghampirinya :
"Om mau pulang ya?
Om boleh tidak aku minta ....................Sesuatu?"

Sang Bankir tersenyum,
ia seorang kaya raya,
apa yg tidak bisa dibelinya, apalagi untuk,
.............anak kecil ini ???

"Memangnya kamu mau
minta apa?"
Tanya sang Bankir.

"Om,aku pengen panggil
papa ke Om,boleh kan?"

Sang Bankir kaget,teng gorokannya tersumbat,

ternyata bukan boneka
atau uang yg dimintanya,
hanya sebutan PAPA...!!!
Tanpa terasa hatinya
bergetar: "Boleh,
kamu boleh panggil papa
ke Om," kata sang Bankir.

"Makasiiih papa,
kapan papa datang lagi?
Aku boleh minta 1 lagi ga
....................Ke Papa?"
"Aku minta,kalo papa
datang lagi kesini,
bawa foto papa ya...!!!
Aku mau simpan di kamar,
jadi kalo aku kangen sama
papa,aku bisa lihat foto .................., Papa...!!!"

Dengan berlinang air mata, Bankir itupun sgr memeluk
anak itu,"Besok papa akan datang lagi bawa foto dan
papa akan sering datang
ke sini untuk ketemu
......................kamu...!!!"

Hati sang Bankir sangat bahagia,ia bahagia
.................sekarang...!!!

Ternyata BAHAGIA itu
bukan saat kita memiliki segalanya,melainkan saat
kita bisa "MENGASIHI"
& "MEMBERI" apa yang
kita miliki untuk orang lain,
meski itu hanya sebuah ungkapan KASIH...!!!

*Karena KEBAHAGIAAN*
*TIDAK bisa DIBELI,*
*dengan U A N G...!!!*

Kisah Inspiratif

Seorang anak muda mendaftar untuk posisi manajer di sebuah perusahaan besar. Dia lulus interview awal, dan sekarang akan bertemu dengan direktur untuk interview terakhir.

Direktur mengetahui bahwa dari CV-nya, si pemuda memiliki akademik yg baik. Kemudian dia bertanya" apakah kamu mendapatkan beasiswa dari sekolah ?" Kemudian si pemuda menjawab tidak.
"Apakah ayahmu yg membayar uang sekolah ?"
"Ayah saya meninggal ketika saya berumur 1 tahun, ibu saya yang membayarkannya"
"Dimana ibumu bekerja ?"
"Ibuku bekerja sebagai tukang cuci."
Si direktur meminta si pemuda untuk menunjukkan tangannya. Si pemuda menunjukkan tangannya yg lembut dan halus.
"Apakah kamu pernah membantu ibumu mencuci baju ?"
"Tidak pernah, ibuku selalu ingin aku untuk belajar dan membaca banyak buku. Selain itu, ibuku dapat mencuci baju lebih cepat dariku."

Si direktur mengatakan "aku memiliki permintaan. Ketika kamu pulang ke rumah hari ini, pergi dan cuci tangan ibumu. Kemudian temui aku esok hari."

Si pemuda merasa kemungkinannya mendapatkan pekerjaan ini sangat tinggi. Ketika pulang, dia meminta ibunya untuk membiarkan dirinya membersihkan tangan ibunya. Ibunya merasa heran, senang tetapi dengan perasaan campur aduk, dia menunjukkan tangannya ke anaknya.
Si pemuda membersihkan tangan ibunya perlahan. Airmatanya tumpah. Ini pertama kalinya dia menyadari tangan ibunya sangat berkerut dan banyak luka.Beberapa luka cukup menyakitkan ketika ibunya merintih ketika dia menyentuhnya.
Ini pertama kalinya si pemuda menyadari bahwa sepasang tangan inilah yg setiap hari mencuci baju agar dirinya bisa sekolah. Luka di tangan ibunya merupakan harga yg harus dibayar ibunya untuk pendidikannya, sekolahnya, dan masa depannya.
Setelah membersihkan tangan ibunya, si pemuda diam2 mencuci semua pakaian tersisa untuk ibunya,
Malam itu, ibu dan anak itu berbicara panjang lebar.

Pagi berikutnya, si pemuda pergi ke kantor direktur.
Si direktur menyadari ada air mata di mata sang pemuda.
Kemudian dia bertanya, " dapatkah kamu ceritakan apa yg kamu lakukan dan kamu pelajari tadi malam di rumahmu ?"
Si pemuda menjawab," saya membersihkan tangan ibu saya dan juga menyelesaikan cuciannya"
"Saya sekarang mengetahui apa itu apresiasi.
Tanpa ibu saya, saya tidak akan menjadi diri saya seperti sekarang. Dengan membantu ibu saya, baru sekarang saya mengetahui betapa sukar dan sulitnya melakukan sesuatu dengan sendirinya.
Dan saya mulai mengapresiasi betapa pentingnya dan berharganya bantuan dari keluarga"

Si direktur menjawab,"inilah yg saya cari di dalam diri seorang manajer. Saya ingin merekrut seseorang yg dapat mengapresiasi bantuan dari orng lain, seseorang yg mengetahui penderitaan orang lain ketika mengerjakan sesuatu, dan seseorang yg tidak menempatkan uang sebagai tujuan utama dari hidupnya"

"Kamu diterima"

Seorang anak yang selalu dilindungi dan dibiasakan diberikan apapun yg mereka inginkan akan mengembangkan " mental ke'aku'an" dan selalu menempatkan dirinya sebagai prioritas.
Dia akan tidak peduli dengan jerih payah orangtuanya. Apabila kita tipe orang tua seperti ini, apakah kita menunjukkan rasa cinta kita atau menghancurkan anak2 kita ?

Kamu dapat membiarkan anak2mu tinggal di rumah besar, makan makanan enak, les piano, menonton dari TV layar besar. Tetapi ketika kamu memotong rumput, biarkan mereka mengalaminya juga. Setelah makan, biarkan mereka mencuci piring mereka dengan saudara2 mereka. Ini bukan masalah apakah kamu dapat memperkerjakan pembantu, tetapi ini karena kamu ingin mencintai mereka dengan benar. Kamu ingin mereka mengerti, tidak peduli seberapa kayanya orangtua mereka, suatu hari nanti mereka akan menua, seperti ibu si pemuda.

Yang terpenting, anak2mu mempelajari bagaimana mengapresiasi usaha dan pengalaman mengalami kesulitan dan belajar kemampuan untuk bekerja dengan orang lain agar se gala sesuatu terselesaikan.

Semoga bisa menginspirasi

Jumat, 16 Desember 2016

Rekening Bank SMB MAITREYA LOKA

Sumber dana untuk pengelolaan dan pengembangan SMB Maitreya Loka berasal dari :
1. Hibah
2. Dana dari umat Buddha
3. Pemerintah

Bagi saudara saudari yang menyadari pentingnya Sekolah Minggu Buddha  Maitreya Loka bagi masa depan anak anak dan untuk menciptakan kader kader yang bermartabat, beretika, beradab dan berbudaya bagi masyarakat dan bangsa dimasa depan.
maka kami membuka kesempatan bagi donatur didalam dan luar negeri yang terketuk hatinya untuk ikut bersumbangsih membantu SMB Maitreya Loka agar kesinambungan SMB bisa terus berjalan dengan baik dan lancar.

berikut nomor rekening SMB Maitreya Loka:

Bank : Bank Rakyat Indonesia (BRI)
No Rekening : 5311-01-023-003-53-4

(mohon sertakan nama pengirim dikolom berita, bukti transfer bisa di foto atau capture ke email: smb.maitreyaloka@gmail.com)
kami akan mengirim kwitansi via email setelah dana diterima.

Semoga Tuhan yang maha esa membalas kebaikan Saudara saudari dengan rahmat dan rezeki yang berlimpah.
sadhu, svaha, sat po ho.


Pengesahan SMB Maitreya Loka di mata Hukum dan Pemerintah

SMB Maitreya Loka telah sah dimata hukum dan perundang undangan RI, dan bernaung dibawah Departemen Agama,  serta pejabat daerah terkait lainnya, hal ini dibuktikan dengan :

1. Tanda daftar SMB NO : B-8780/Kw.02/10/BA.01.1/10/2016 dari Kementrian Agama R.I

2. Izin operasional SMB NO: 204 Tahun 2016

3. SK Pengangkatan NO : 08-15/YPBKCM/IV/2016  dari Yayasan

4. SK Domisili NO: 470/3943/RP-VI/2015 dari kelurahan

Dokumen pendukung lainnya adalah :
5. Akta pendirian Yayasan
6. Pengesahan KEMHUMKAM
7. NPWP
8. Tanda daftar Yayasan